Teknik · · ±1 menit baca
Jersey Printing Sublimasi vs Sablon Polyflex: Mana yang Lebih Baik?
Perbedaan jersey printing sublimasi dan sablon polyflex: daya tahan, kenyamanan, harga, dan kapan sebaiknya memakai masing-masing teknik.

Saat mencari konveksi jersey, kamu akan sering mendengar dua istilah: printing (sublimasi) dan polyflex. Keduanya menghasilkan jersey bergambar, tapi cara kerjanya sangat berbeda.
Apa itu printing sublimasi?
Desain dicetak di kertas khusus, lalu dipanaskan dengan mesin press sekitar 200°C. Panas membuat tinta berubah menjadi gas dan meresap ke dalam serat polyester. Setelah dingin, tinta terkunci di dalam kain.
Kelebihan:
- Warna tidak retak dan tidak mengelupas, karena tidak ada lapisan di atas kain
- Bisa mencetak motif sepenuh kain, gradasi, dan foto
- Kain tetap adem karena pori-pori tidak tertutup
Kekurangan:
- Hanya bekerja maksimal di bahan polyester berwarna dasar putih
Apa itu sablon polyflex?
Polyflex adalah lembaran vinyl berwarna yang dipotong mesin sesuai bentuk tulisan atau logo, lalu ditempel ke kain dengan press panas. Polyflex menempel di atas kain.
Kelebihan:
- Cocok untuk nama dan nomor di jersey polos
- Warna solid dan tajam, ada pilihan efek metalik atau glitter
Kekurangan:
- Area yang ditempel tidak bernapas, terasa panas jika terlalu lebar
- Lama-kelamaan bisa retak atau mengelupas, terutama jika disetrika langsung
Perbandingan
| Sublimasi | Polyflex | |
|---|---|---|
| Daya tahan warna | Sangat awet | Bisa retak setelah lama |
| Motif penuh | Bisa | Tidak praktis |
| Kenyamanan | Adem | Area sablon lebih panas |
| Cocok untuk | Jersey full printing | Nama/nomor di jersey polos |
Mana yang dipakai Pagupon?
Semua jersey kami memakai full printing sublimasi, termasuk nama dan nomor punggung. Jadi tidak ada bagian yang mengelupas meskipun jersey dicuci dan dipakai setiap minggu.
Lihat hasilnya langsung di katalog desain kami.


